Jurnal Jin VI: Nabi Muhammad SAW Kena Sihir

Nabi Muhammad SAW Kena Sihir

Abstrak

Nabi Muhammad SAW katanya pernah sakit mengigau karena disihir oleh seorang yahudi. Padahal, Beliau adalah seorang Nabi yang Ma’sum, keadaan ruhiyah Beliau yang terbaik diantara hamba-hamba-nya dan pikiran Beliau, jauh dari pikiran kotor yang menafikan sifat–sifat ke-Nabian-Nya. Karena itu, apakah umat muslim harus mempercayai begitu saja terhadap orang-orang kafir dan musyrik yang mengatakan bahwa, Nabi Muhammad SAW, pernah kena sihir???

 

Nabi Muhammad SAW Kena Sihir.

Manusia janganlah menganggap serba mengetahui segalanya. Firman Allah SWT. ”……dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu punyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung-jawabannya. (Al-Isra’: 36).

Ada hadits dari ’Atha’ bin Abi Rabah, katanya: Abdullah bin Abbas berkata kepadaku: ”Inginkah Anda kutunjuki seorang wanita penghuni surga?” Jawabku: ’Ya!” Maka ia berkata: ”Perempuan negro ini pernah datang menghadap Nabi SAW dan berkata: ’Saya menderita penyakit ayan dan adakalanya pada saat penyakit itu datang, aurat saya terbuka tanpa sadar.

Doakanlah untukku agar Allah SWT menyembuhkanku!’ Maka Nabi SAW berkata kepadanya: ’Jika engkau ingin, bersabarlah dan kau akan mendapat surga sebagai balasannya. Dan jika kau ingin, aku akan berdoa memohon kepada Allah agar memberimu kesembuhan.’ Wanita itu berkata: ’Saya akan bersabar. Tetapi doakanlah agar auratku tidak terbuka.’ Maka Nabi SAW mendoakan baginya.” Hadits tsb oleh Syaikh Muhammad Al-Ghazali dibahas di dalam bukunya Studi Kritis Atas Hadis Nabi SAW Antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual, Mizan, Cetakan ke IV, Th 1994, hlm 128.

Syaikh Muhammad mengatakan, Coba renungkan! Wanita ini menderita ayan. Tapi, ia lebih suka membawa penyakitnya itu sampai mati dengan memperoleh jaminan surga sebagai gantinya, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW, Ia hanya memohon agar auratnya tidak sampai terbuka pada saat ia tak sadar diri, setiap kali penyakitnya itu kambuh. Dan Nabi SAW menjanjikan hal itu untuknya.

Andaikan penyakit yang dideritanya itu berasal dari setan yang menghuninya”, akankah Nabi SAW membiarkannya sebagai korban si terkutuk itu? Saya kira, tidak! Apa kiranya yang akan terjadi seandainya ia adalah wanita zaman sekarang? Mungkin ia akan diobati dengan kejutan-kejutan listrik agar bisa sembuh. Tetapi mungkin pula ada sebagian orang yang berkata: ”Ia sedang ’di huni’ oleh setan.”

Dan, sebagai akibatnya, ia akan dipukuli terus-menerus sampai setan yang dipersangkakan itu keluar dari tubuhnya. Dan mungkin saja si penderita itu akan mati akibat pukulan-pukulan yang bertubi-tubi, begitulah Syaikh Muhammad mencoba mengaitkan cerita dalam hadists tsb dengan mengandaikan penyakit ayan berasal dari setan.

Hadits itu menceritakan seseorang menderita sakit ayan. Dan sakit ayan orang itu  diandaikan berasala dari setan, tentunya tidak relefan. Bahkan, seandainya terjadi di zaman sekarangpun ada orang yang memukuli seorang yang sakit ayan, bukan kesurupan. Dikatakan bahwa, ”di tubuh orangitu ada setan, padahal orang itu sakit ayan, kemudian ia dipukuli bahkan sampai mati”, seandainya perbuatan terjadi, kapanpun, jelas salah.

Sebab, ”orang yang memukuli orang yang sakit ayan itu tidak mengerti atau jangan-jangan temannya setan, kalau begitu orang (sakit ayan) yang dipukuli itu dikeroyok oleh jin (setan) dan  manusia (setan)”. Jadi, konteks penjelasan hadits itu pemahaman terhadap  orang yang sakit ayan tidak berasal dari setan. Lagi pula, kenapa penyakit ayan dikait-kaitkan dengan setan. Mungkin, Syaikh Muhammad mencoba menduga-duga bahwa, seandainya di zaman sekarang kejadian seperti itu ada, hal itu ”mungkin saja terjadi”, yang pasti perbuatan itu sangat keliru, aneh dan tidak logik.

Mengenai soal keliru, aneh, tidak logik, ada yang lebih aneh dari cerita hadits tsb di atas  yang bisa menyebabkan manusia juga akan bisa keliru. Hadits Shahih Bukhari dan Muslim: sebuah hadits yang mengisahkan bahwa, Rasulullah SAW pernah sakit mengigau, karena disihir oleh seorang yahudi yang bernama Labid ibnul’Asham. Hadits tsb berkisah sbb: ”Aisyah r.a. berkata seorang yahudi dari bani Zuraiq bernama Labid ibnul’Asham menyihir Rasulullah SAW sehingga Beliau mengigau. Karenanya, Beliau merasa melakukan sesuatu yang sesungguhnya tidak dilakukannya.

Karena itu, pada suatu hari atau suatu malam, Beliau mendoa kemudian mendoa dan mendoa….dstnya (HR Bukhari Dan Muslim).” Hadits ini membuat umat Islam bisa percaya begitu saja bahwa, Nabi Muhammad SAW pernah sakit mengigau kena sihir. Padahal, semua itu adalah bohong belaka, meskipun hadits itu diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Bukhari.

Sebab, kalau hadits tsb ditelaah dengan seksama ada kejanggalan.  Dan  perlu dijadikan pengkajian terhadap pemahaman mengenai makna hadits tsb supaya tidak membutakan akal dan ke-imanan umat muslim. Salah satu contoh kejanggalan hadits itu adalah, ”Beliau merasa melakukan sesuatu yang sesungguhnya tidak dilakukan-Nya”.

Kalimat itu mengandung arti, bahwa Nabi Muhammad SAW seolah-olah melakukan sesuatu yang tidak disadarinya. Dengan kata lain, Nabi Muhammad SAW seolah-olah lupa ingatan dan perasaan hatinya jauh dari keimanan. Padahal, Beliau adalah seorang Nabi yang Ma’sum. Dan keadaan ruhiyah Beliau adalah yang terbaik diantara hamba-hamba- nya dan pikiran Beliau jauh dari pikiran kotor yang menafikan sifat–sifat ke-Nabian-Nya. Karena itu, apakah umat muslim harus mempercayai begitu saja terhadap orang-orang kafir dan musyrik yang mengatakan bahwa, Nabi Muhammad SAW, pernah kena sihir???

Katakanlah, ada orang yang pernah mencoba menyihir Nabi Muhammad SAW,

seharusnya dipahami oleh umat muslim bahwa, kejadian itu tidak berarti apapun bagi Nabi Muhammad SAW. Sebab, yang namanya jin (setan) itu tidak mungkin dapat menguasai orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhan (Q.s.An-Nahl /16:99).

Lagi pula, sihir dari setan itu amat lemah. Buktinya, Allah SWT berfirman dalam Q.s. An-Nisaa’/4:76: ”…fa qaatiluu auliyaa-asy syaithaani inna kaana kaidasy syaitaani kaana dai’iifaa.”. Artinya, maka perangilah pengikut-pengikut setan itu, sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah. (Lihat pula, Abu Aqila, Kesaksian Raja Jin,… Op.Cit, hlm 147-158.

Umat muslim mestinya menyadari, setan-setan manusia dan setan-setan jin yang bertebaran di mana-mana selalu berupaya menjerumuskan setiap orang kedalam jurang kebobrokan. Karena itu, melindungkan diri di bawah naungan Allah SWT dari gangguan setan-setan itu adalah wajib dan sangat bermanfaat. Perintah Allah SWT kepada Nabi-Nya: Katakanlah, wahai Tuhanku aku berlindung kepada-MU, ya Tuhanku, dari bisikan-bisikan setan dan kehadiran mereka di hadapanku. (Al-Mu’minun: 97-98).

Penutup.

Kita, umat muslim sudah sepantasnya kalau membaca hadits perlu juga melakukan penelaahan dengan seksama, karena tidak menutup kemungkinan bisa saja ada kejanggalan. Dan bila perlu dijadikan pengkajian terhadap pemahaman mengenai makna hadits yang cendrung bermasalah supaya tidak membutakan akal dan ke-imanan umat muslim.

Wa l’laahu  a’lambi’s-Shawab.

Bandung, akhir Desember 2011

Syofrin Syofyan. e-mail: ssyofrin@yahoo.co.id.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s